Angka KKM 75 Jangan Untuk Sekedar Narsis

Posted by Miftahudin Moga II on Sunday, June 24, 2012

Dalam evaluasi pendidikan, sistem pendidikan di Indonesia menerapkan apa yang dinamakan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM inilah menjadi tolak ukur mutu dan kualitas sekolah sekaligus untuk mengukur tingkat prestasi dan potensi akademik siswa. Dengan KKM inilah nantinya sebuah sekolah dapat dinilai masyarakat sebagai sekolah unggulan ataukah sekolah biasa saja, bahasa yang lebih ekstrimnya adalah sekolah ecek-ecek.


Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah nilai minimal yang harus dicapai oleh siswa setelah menempuh pembelajaran. Dengan kata lain KKM adalah tolok ukur ketuntasan belajar peserta didik. KKM merupakan nilai minimal hasil uji kompetensi yang diberikan oleh guru. Besaran skor KKM ini ditentukan pada awal tahun pelajaran. Jika tidak tercapai maka peserta didik mendapat pembelajaran dan ujian remedial setiap kompetensi dasar yang tidak tuntas.

Cara menentukan KKM menggunakan hitungan matematis berdasarkan tiga kriteria. Ketiga kriteria itu adalah Input peserta didik, fasilitas dan tingkat kompleksitas materi. Input peserta didik diukur dari nilai rata-rata pada perolehan nilai tingkat sebelumnya. Untuk kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA didasarkan pada nilai ijasah atau nilai sekolah sebelumnya. Fasilitas adalah ketersediaan media untuk mencapai kompetensoi tertentu. Misalnya, untuk pelajaran Bahasa Inggris, ketersediaan lab bahasa dan media audio visual lainnya juga dihitung.

Kompleksitas materi didapat dari hasil analisis guru mata pelajaran. Tingkat kompleksitas bisa dilihat dari seberapa banyak komponen yang dibutuhkan untuk mencapai satu kompetensi. Semakin banyak komponen, maka materi tersebut dianggap sangat kompleks. Perlu diingat, semakin besar nilai kompleksitas, berarti materi pelajaran tergolong mudah. Misalnya kita menentukan nilai kompleksitas 90 maka, materi tersebut adalah materi mudah. Jika 30, maka materi tersebut sangat rumit.

Berikut ini akan disampaikan hitungan sederhana untuk menentukan KKM.
KKM = (Nilai Input + Nilai Fasilitas + Nilai Kompleksitas) : 3.
Misalnya
Input siswa adalah 75,
Fasilitas 70, dan
Kompleksitas materi 70
maka Nilai KKM = (75 + 70 + 70) : 3.
Hasilnya adalah 71. Jadi KKM untuk pelajaran yang diajarkan adalah 71.

Secara matematis, menurut penulis bahwa standar ketuntasan yang bisa dijadikan patokan sekolah itu sangat beragam dan wajib hukumnya untuk realistis menentukan KKM sebagaimana rumus yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Jika menerapkan angka minimal 75 dari semua mata pelajaran (mata pelajaran lain bisa lebih dari 75, maka sekolah ini bisa dikatakan sebagai sekolah unggulan. Dan jika angka KKM minimal 65, bisa dikategorikan sekolah biasa-biasa saja, dalam bahasa yang lebih tragis sekolah ini sekolah pembuangan. 

Yang menjadi problem akut dan fatal sebuah manajemen sekolah adalah, jika sekolah baru berdiri dan kesusahan merekrut anak didik dan seleksi pendaftarannya pun sangat longgar, fasilitas pun sangat minim kemudian menerapkan angka minimal 75 ini adalah menurut penulis sebagai penzaliman pendidikan. Adakah sekolah yang demikian? Sudah pasti ada!. Apa dalihnya? Sudah pasti jaga gengsi dan SDM-nya cenderung Narsis. Angka KKM minimal 75 adalah angka yang cukup berat bagi pendidikan di Indonesia, jika daya dukung sekolah masih minim jangan sekali-sekali menerapkan angka 75, bisa fatal manajemen sekolah nantinya.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment